Alhamdulillah… ibu telah memilih…

kakakGadis kecilku sudah mulai kritis, dia sudah pandai protes, “Kok ummi pulangnya lama kali sih,” sambutnya didepan pintu ketika kami pulang kantor terlambat.

Sebelum ini dia juga pernah protes, “Abi ini kok pergi-pergiii aja, pulang sebentar pergi lagi,” katanya dengan gaya sok tua.

Kemarin ketika suamiku sedikit marah padanya, dengan gaya sedih dan merajuk bibir mungilnya berucap, “Kok kak farah setiap hari dimarahin, gak kasihan sama kak farah…”, lirihnya. Mendengar ucapannya yang spontan itu sontak aku terkaget dan langsung memeluknya, kemudian kutanyakan padanya apakah tadi dia merasa dimarahi, lalu aku meminta maaf padanya. “Maafkan ummi sama abi ya nak, terkadang bukan maksud marah sama kak farah, tetapi mungkin karena ummi sama abi capek sehingga tidak bisa mujuk-mujuk kak farah, jadi seperti orang marah yaaa…!” Kalo gitu ummi minta maaf yaaa”, bujukku diiringi tetesan air mata penyesalan.  Dia pun mengangguk dalam pelukanku.

Nun di dasar hati, aku merasa telah diingatkan Allah melalui ucapan anakku. Aku bersyukur telah tersadar saat itu,  selama ini mungkin karena telah lelah bekerja seharian, sampai dirumah tidak bisa memilih-milih ucapan yang membujuk atau merayu-rayu lagi terhadap anak, yang keluar lebih sering kalimat-kalimat perintah, atau kalimat-kalimat permohonan agar anak paham bahwa orangtuanya sedang penat. Aku bersyukur ya Allah Engkau tegur aku hari itu, sehingga aku ber’azzam dalam hati untuk memperbaikinya saat itu jua.

“Maafkan kami ya nak, belum bisa menjadi orang tua yang baik bagimu, tetapi Insya Allah kami akan senantiasa belajar dan memperbaiki diri.”

Secara tak sengaja kutemukan puisi ini yang sepertinya sesuai dengan isi hati saat ini, teruntuk kedua buah hatiku tercinta.

Sumber : www.infobunda.com 

BILA IBU BOLEH MEMILIH


Anakku…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu

By : Ratih Sanggar Wati

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.