Harapan Seorang Anak

Sumber : Raport Kak Farah 

Bapak, Ibu, saya anakmu …
Seandainya saya hidup dalam suasana penuh kritikan,
berarti saya belajar menjadi seorang pembenci.
dan jika saya hidup dalam suasana penuh permusuhan,
berarti saya belajar menjadi seorang pendendam.

Jika saya hidup dalam suasana penuh makian,
berarti saya belajar menjadi seorang pemberontak.
Jika saya hidup dalam suasana penuh ejekan,
berarti saya belajar menjadi seorang yang rendah diri.
Jika saya hidup dalam keadaan dikasihani,
berarti saya belajar menjadi seorang yang selalu kesal terhadap diri sendiri.
Jika saya hidup dalam suasana memalukan,
berarti saya belajar menyalahkan diri.

Jika saya hidup dalam suasana penuh pengertian,
berarti saya belajar sabar.
Jika saya hidup dalam keadaan merasakan diri saya diterima,
berarti saya belajar berkasih sayang.
Jika saya hidup dalam suasana penuh dukungan,
berarti saya belajar untuk percaya diri.
Jika saya hidup dalam suasana penuh pujian,
berarti saya belajar menghargai.
Jika saya hidup dalam suasana penuh keadilan,
berarti saya belajar menjadi seorang yang adil.
Jika saya hidup dengan kejujuran,
berarti saya belajar untuk menghargai kebenaran.
Jika saya hidup dalam suasana aman,
berarti saya belajar untuk mempercayai diri saya dan orang lain.

Jika saya hidup dalam suasana penuh restu/persetujuan,
berarti saya belajar menyukai diri saya.
Jika saya hidup dalam suasana diterima dan bersahabat,
berarti saya belajar untuk memperoleh cinta dalam hidup.
Jika saya hidup dalam suasana penuh penghargaan,
maka saya belajar untuk mempunyai tujuan hidup.

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.