Archive for August 13, 2008

I-VAS, Satu Kartu Multi Layanan Internet

Saat ini beragam layanan telah tersedia di internet mulai dari metode pembelajaran online (E-Learning), Game Online, dan lain sebagainya. Sejalan dengan perkembangan internet yang penggunaannya semakin meluas di Indonesia maka keragaman konten didalamnya semakin lama semakin banyak.

Hal ini tentunya memunculkan kebutuhan sebuah alat bayar di internet yang terpercaya untuk dapat memfasilitasi proses pembayaran dengan nilai nominal yang tidak terlalu besar. Untuk kondisi seperti ini penggunaan kartu kredit kurang cocok mengingat nilai nominal transaksinya tidak terlalu besar.

TELKOM mencoba memberi solusi atas kondisi tersebut dengan meluncurkan produk kartu i-VAS “Satu Kartu Multi Layanan Internet” yang menjadi alat bayar untuk berbagai konten atau layanan internet yang bersifat micropayment. Micropayment berarti transaksi-transaksi yang nilainya tidak terlalu besar, misalkan di bawah Rp 200.000.

i-VAS (Internet Value Added Service) adalah alat bayar micropayment dengan sistem pra-bayar untuk berbagai konten atau layanan internet. i-VAS memberikan kemudahan bagi para pengguna internet untuk melakukan pembayaran berbagai macam layanan dan konten internet dengan cara yang aman, cepat dan mudah. Saat ini Ivas Card tersedia di berbagai outlet di seluruh Indonesia dan dapat pula dibeli secara online melalui SMS. IVAS sangat cocok bagi para pengguna internet yang membutuhkan akses internet prepaid dan sering melakukan pembelian konten-konten internet, seperti pembelian voucher Game On Line, Push Email, e-Learning, dan lain sebagainya.

Layanan kartu ini cocok untuk memfasilitasi transaksi kecil seperti pembelian Ringtone, langganan artikel elektronik, bermain game online dan berbagai layanan konten internet lainnya.

i-VAS tersedia dalam bentuk kartu prabayar (i-VAS fisik) yang dapat dibeli di outlet-outlet dan Plasa Telkom yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu untuk kemudahan pelanggan, i-VAS juga dapat dibeli secara online melalui SMS ke nomor 4827 dari nomor Telkomsel dan Flexi.

Untuk pembelian di outlet-outlet, kartu i-VAS perdana tersedia dengan nominal Rp. 25,000, Rp. 50,000 dan Rp. 100,000. Selain itu tersedia voucher isi ulang i-VAS dengan nominal Rp. 100,000 dan Rp. 200,000.

Untuk pembelian melalui SMS 4827, i-VAS tersedia dengan nominal Rp. 15,000 dan Rp. 25,000. Selain itu tersedia voucher isi ulang i-VAS dengan nominal Rp. 25,000.

Lima Poin Pendidikan Anak Dalam Islam

Oleh Siti Aisyah Nurmi

Sumber : www.eramuslim.com

Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.

Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.

Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.

Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:

Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.

Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.

Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.

Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:

1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.

2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.

3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.

Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.

Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.

Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.

Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).

Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT.

Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.

Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:

Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.

Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)

Waspadai Phishing!

Waspadai phishing. Hal inilah yang sering menjadi topik kampanye edukasi publik, terutama oleh bank-bank dalam melindungi nasabahnya dari ancaman pencurian data pribadi lewat Internet. Hal ini beralasan, mengingat fasilitas online yang ditawarkan melalui Internet telah memberikan kemudahan bagi sejumlah pihak. Kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman virtual harus semakin ditingkatkan.

Phishing yang berasal dari kata fishing bisa diartikan sebagai memancing. Para pelaku (phishers) biasanya berusaha memancing orang lain untuk memperoleh data-data pribadi korban. Aktivitas phishing ini biasanya dilakukan melalui e-mail dan situs-situs tertentu.

Berdasarkan survei Gartner, serangan phishing meningkat pesat pada 2007. Kerugian akibat aktivitas ini ditaksir mencapai USD 3,2 miliar. Survei tersebut menunjukkan, 3,6 juta orang kehilangan uang mereka dalam jangka waktu 1 tahun hingga Agustus 2007. Padahal, jumlah orang yang menderita kerugian akibat phishing di tahun sebelumnya hanya 2,3 juta.

Selain itu, berdasarkan survei Gartner terhadap 4.500 orang pengguna Internet di Amerika, serangan phishing dianggap paling berhasil pada tahun 2007. Padahal, pada dua tahun sebelumnya, serangan ini dianggap tidak terlalu membahayakan.

Gartner juga mengemukakan, 3,3 persen dari penerima email phishing pada 2007 menyatakan, mereka kehilangan uang karena penipuan lewat phishing ini. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2,3 persen orang yang tertipu pada tahun 2006 dan 2,9 persen pada tahun 2005.

Menurut Vice President, Country Marketing Head Citibank, Rico Frans, keamanan bagi konsumen adalah hal yang sangat penting, khususnya bagi pengguna online banking yang saat ini makin meningkat jumlahnya. Ia menambahkan, bentuk penipuan yang dilakukan bisa berupa email atau situs fiktif yang menggunakan logo atau nama institusi tertentu dan dibuat menyerupai situs yang asli.

E-mail atau situs-situs ini kemudian mengarahkan target untuk memasukkan data-data pribadi seperti nomor kartu kredit, nomor rekening, password, dan informasi penting lainnya.

Bila ditelaah lebih jauh, mengirimkan phish email memang bukan tindakan ilegal. Tindakan ini baru menjadi ilegal bila data yang diperoleh kemudian disalahgunakan.

Selain itu, bertambahnya jumlah korban phishing juga disebabkan oleh makin pandainya phisher memanfaatkan Internet. Di lain pihak, upaya untuk mendidik masyarakat mengenai bahaya phishing masih belum sebanding dengan metode pencurian data tersebut.

Untuk menghindari diri dari phishing, Rudy Hamdani, Vice President e-business head Citibank menyatakan, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melindungi data dan informasi nasabah agar aman:

1. Waspada jika menerima e-mail yang meminta informasi tentang nomor rekening atau nomor kartu atau nomor PIN.

2. Sebaiknya tidak melakukan transaksi perbankan di tempat yang menyediakan layanan Internet untuk publik (seperti warnet atau PC kantor).

3. Jika mendapat e-mail untuk mengunjungi situs bank tertentu dan meminta informasi tentang rekening nasabah, pastikan situs itu adalah situs resmi.

Dengan demikian, waspadalah selalu terhadap kejahatan yang dilakukan lewat dunia maya.

Sumber : sda-indo.com
(telkom.net)